Hai, aku
seorang perempuan ! Aku lahir sebagai perempuan, dan
besar sebagai perempuan. Terkadang aku berpikir, kenapa aku menjadi perempuan
ya?? Wallahua’lam. Pasti Allah punya seribu rahasia dan misteri indah di balik
semua itu. Tapi tahukah kalian, apa yang sempat ada di balik pikiran anehku
ini?? I hope be a boy !
Tapi ketika aku menginginkan hal
itu, ada alasannya teman. Tidak sembarangan aku inginnya. Jadi begini
ceritanya. I’m a first child from three siblings. Aku adalah anak pertama dari
3 bersaudara. Sebenarnya aku punya seorang kaka perempuan, tapi saat ia berusia
7 hari, ia dipanggil Allah. Namanya Clara Anudya Seta. Kakakku saat itu sedang
sakit, tapi ternyata rencana Allah lain. Padahal, aku ingin sekali rasanya
memiliki kakak. Pasti enak ya, ada saudara perempuan, mungkin aku dan dia bisa
belajar memasak bersama, atau bertukar pakaian, aksesoris, atau mungin,
bertukar perasaan. :-). Yah, terkadang aku merindukannya, walau aku sendiri
tidak pernah tau seperti apa ia, apakah ia lebih cantik dariku??
Nah,
selanjutnya my brothers. Aku punya adik
laki-laki, namanya Tengku dan Dimas. Mereka adalah masa depanku. Yah begitulah
! Sebagai anak pertama, yang memiliki
adik laki-laki, aku harus membantu pendidikan mereka di masa depan. Dan
itu tidak akan lama lagi.
Dari dulu,
aku selalu memimpikan bersekolah di tempat yang jauh dari rumah. Aku adalah
seorang perempuan yang ingin keluar dari rumahku, aku ingi dibuang, dan ingin
menjelajahi betapa luasnya dunia. Membayangkan hal itu, pasti ada hal-hal dan
pengalaman mencengangkan yang akan ku temui. Tapi, semua berganti akhir-akhir
ini. Orang tua ku melarangku untuk kuliah terlalu jauh, apalagi keluar dari
provinsi ini. Padahal, cita-citaku tidak di sini, tapi disana, di rantau orang.
Mereka melarangku, karena aku adalah seorang perempuan. Betapa tidak adilnya
keputusan ini bagiku. Apanya yang salah jika aku adalah perempuan?? Aku tak
selemah itu. Mengingat aku punya 2 adik, LAKI_LAKI, katanya, aku harus
menyekolahkan mereka tinggi-tinggi dan merancang kehidupan mereka sebaik
mungkin. Ya, aku akan melakukannya, tapi kenapa aku harus korbankan mimpiku?
Aku harus tetap disini, untuk membentuk mereka. Oh, kenapa lagi-lagi laki-laki
yang harus diutamakan?
Oleh karena itu teman, aku ingi
menjadi laki-laki. Dengan begitu, aku bisa pergi sejauh yang ku ingin, aku bisa
mengelilingi dunia ini, menemukan hal-hal baru. Selain itu, aku adalah seorang
perempuan yang tak suka meminta-minta. Aku selalu ingin menggunakan sesuatu
yang aku dapat dai jerih payahku sendiri. Aku tak suka harus menggantungkan
hidup dan keperluanku pada ayah dan ibu, sehingga, aku ingin sekali bekerja.
Tapi, selalu ibu melarangku. Beliau selalu mengkhawatirkanku, begitu pula ayah.
Aku akan merasa tidak enak jika meminta sesuatu pada orang lain, walaupun itu
hal sepele. Jikalau aku adalah seorang laki-laki, mungkin aku sudah bekerja
sekarang. Aku pasti sudah punya penghasilan sendiri. Hehehe
Tapi, aku sadar, ALLAH yang paling
tahu tentangku, tentang sikapku, tentang watak dan karakterku. Kalau aku jadi
laki-laki sekarang, aku mungkin belum bisa bertanggung jawab, dan belum bisa
memimpin sesuatu dengan baik, sehingga Allah menciptakanku sebagai seorang
perempuan. Hehehe.
Tahukah
engkau kawan, meski aku berharap menjadi laki-laki, aku tak pernah menyesali
kodratku sebagai perempuan. Aku hanya INGIN saja jadi laki-laki. Aku bangga
menjadi perempuan, karena perasaan perempuan itu menyenangkan sekali. :D
Karena semua hal tadi kawan, aku
tidak setuju kalau ada laki-laki yang menjalani hidupnya dengan santai, dan
tanpa ada tantangan hidup, serta tanpa ada pandangan yang jelas. Karena, aku
yang perempuan saja, ingin melakukan semua hal itu, apalagi laki-laki asli,
harusnya mereka lebih dari aku. Wkwkwkw. Teman, hidup tanpa ada tantangan itu
ASLI ! MEMBOSANKAN! Jadilah jiwa-jiwa petualang yang selalu ingin tahu dunia
luar, dan menakhlukkannya! Bravo ! :D :D
Semoga
menginspirasimu Para Pejuang dan Petualang !J



0 komentar:
Posting Komentar