Barusan Have a Dinner nih aku. Lalu, aku teringat sesuatu yang sering sekali kita dan aku lupakan.
Yaitu, adalah meniuup makanan dan minuman yang hoooot alias panas. Tapi, tahu gak sih kalo kita tidak dianjurkan hal itu??? Oke, begini penjelasannya.
ISLAM, mengatur hal ini juga, seperti yang ada pada hadist berikut.
Yang pertama, dari Ibnu Abbas, ia berkata "Rasulullah SAW melarang meniup ke dalam makanan dan minuman". Ada di dalam HR. Ahmad Nomor 2678.
Kedua, dari Abu Qatadah "Nabi SAW melarang menghembuskan nafas ke dalam bejana (ketika sedang minum). Ada di dalam HR. Muslim Nomor 277.
Nah, tapi kenapa sih kita tak diperkenankan meniup makanan dan minuman kita?? Ini penjelasan ilmiahnya....
Saat makanan dan minuman masih panas, maka akan mengandung uap air atau H2O.
Jika kita meniupnya, maka sama dengan saat menghembuskan nafas kita akan mengeluarkan karbondioksida atau CO2.
Jadi, kalau uap air dan karbondioksida bertemu, maka akan menghasilkan reaksi :
H2O + CO2 --> H2CO3
Perlu kita tahu bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna
untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah
Buffer yaitu larutan yang dapat mempertahankan pH sehingga darah
memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi :
CO2 + H20 <--- H2CO3 ---> HCO3- + H+
Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai
pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH
darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa
menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam
basa, yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak
mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering
menyebabkan menurunnya pH darah.
Sedangkan Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu
banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang
menyebabkan meningkatnya pH darah.
Kembali lagi ke permasalahan awal, dimana makanan kita tiup, lalu
karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari
makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat
keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana
darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam
darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.
Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam
dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam
dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.
Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.
Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus
menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis
berat. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan
kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami
kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun,
menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian.Mengerikan kan ?? Nah, mulai sekarang, ayo mulai kita tinggalkan kebiasaan kecil yang ternyata berefek besar itu.
Kalau makanannya panas, pakai kipas angin aja biar dingin. Atau dimasukin ke lemari es. Hehe..
Oke, bye...
Semoga menginspirasimu... :)
Selamat malam...



0 komentar:
Posting Komentar